oleh

1 Pasien Terkonfirmasi Positif COVID-19, Warga Kuningan Harus Disiplin Isolasi Mandiri

KUNINGAN, (DK). –

Belum lama ini, Gubernur Jawa Barat, HM. Ridwan Kamil mewanti-wanti masyarakat Jabar—salah satunya yaitu Kabupaten Kuningan. Pasalnya, sejumlah daerah di wilayah Provinsi Jawa Barat termasuk ke dalam zona merah atau area penyebaran Covid-19, yang ditentukan berdasarkan adanya pasien terkonfirmasi positif Coronavirus.

Dan, berdasar data Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Provinsi Jawa Barat yang dapat diakses melalui portal web pikobar.jabarprov.go.id dari hasil update tanggal 25 Maret 2020, pukul 19.30 WIB, oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Peta Sebaran Kasus Covid-19 menunjukan ada satu titik merah pada peta wilayah Kabupaten Kuningan. Yang menandakan terdapat 1 Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19.

Hal ini semakin jelas kebenarannya, menyusul update data dari Crisis Center Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kuningan, tertanggal 25 Maret 2020, pukul 23.45 WIB, yang serupa, muncul 1 Pasien Positif Aktif Coronavirus.

“Pasien yang bersangkutan masih tetap dalam perawatan. Mudah-mudahan dapat disembuhkan,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Agus Mauluddin, mengatakan kepada dialektikakuningan.com, Kamis (26/3/2020).

Bahkan update data dari Crisis Center Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kuningan tersebut, menginformasikan bertambah pula jumah Orang Dalam Pemantauan (ODP)—113 orang dalam Proses Pemantauan, 23 orang Selesai Pemantauan, total ODP 136 orang.

Begitu pun Pasien Dalam Pengawasan (PDP), yang sehari sebelumnya berjumlah 3 pasien, bertambah 2 pasien menjadi 5 PDP. Meski, 1 pasien dinyatakan Selesai Pengawasan, berarti 4 pasien dalam Proses Pengawasan.

Isolasi Mandiri

Merunut anjuran Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Uu Ruzhanul Ulum, dilansir dari siaran pers-nya pada pikobar.jabarprov.go.id, ia meminta warga yang memiliki riwayat ke luar negeri dalam waktu dekat atau melakukan kontak jarak dekat dengan orang positif Covid-19 untuk mengisolasi diri.

Uu mengimbau masyarakat supaya dapat melakukan ‘Isolasi Mandiri’ atau self isolation selama 14 hari. Diingatkannya perlu dilakukan, sebagai upaya mencegah dan menghentikan penyebaran virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit Covid-19 kepada keluarga, teman, dan orang-orang sekitarnya. Menerapkan self isolation agar selalu disiplin dengan mengikuti semua imbauan pemerintah, termasuk physical distancing atau tidak bertatap muka dengan orang lain sama sekali.

“Saat isolasi mandiri dilakukan, warga tidak boleh meninggalkan rumah kecuali untuk memeriksakan diri, memakai masker, rajin membersihkan lingkungan serta barang-barang yang sering digunakan. Juga, diminta untuk terus menjaga kebugaran dengan aktivitas atau olahraga mudah di rumah. Cuci tangan hingga menjaga sirkulasi udara pun tetap harus diperhatikan,” ujarnya. (Erix)

News Feed