oleh

8 Tuntutan Dilantangkan Aliansi Mahasiswa Kuningan Unjuk Rasa Mosi Tidak Percaya kepada Pemerintah

KUNINGAN, (DK). –

Ribuan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi swasta yang ada di Kabupaten Kuningan melakukan aksi unjuk rasa sebagai bentuk mosi tidak percaya terhadap kebijakan pemerintah. Dilontarkannya kepada seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, yang dianggap mampu menampung dan menyampaikan aspirasi.

Massa aksi tampak berjalan iring-iringan konvoi mengendarai kendaraan bermotor dari masing-masing kampusnya. Ada pula yang melakukan long march sambil melantunkan nyanyian gema pembebasan, juga aksi teaterikal. Semua bertuju pada titik aksi, di depan gedung DPRD setempat, jalan RE Martadinata – Kuningan, Rabu (25/9/2019).

Berdiri paling depan seorang kordum, Aof MA, mendampingi sesosok perempuan bersuara lantang yang bertindak sebagai korlap, Audita HA, memandu jalannya prosesi aksi tersebut. Satu persatu orator dari tiap barisan massa aksi menyerukan tuntutannya di depan gerbang pagar gedung DPRD, lantaran dijaga ketat oleh barikade aparat kepolisian.

Kemudian, puluhan anggota DPRD Kuningan pun keluar dari ruang gedung nyamannya, untuk menerima kedatangan massa aksi. Lalu, semua duduk lesehan mendengarkan orasi-orasi dan juga happening art dari mahasiswa.

Lantas massa aksi meminta Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdy, diikuti oleh anggota DPRD lainnya menandatangani tuntutan mereka, dan menyatakan komitmen untuk menyampaikannya kepada DPR RI.

Adapun tuntutan aksi, adalah:

  1. Terbitkan PERPU pembatalan UU KPK
  2. Batalkan pengesahan RKUHP
  3. Usut dan adili elit-elit yang bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan di beberapa wilayah Indonesia
  4. Batalkan RUU Pertanahan yang merupakan bentuk pengkhianatan terhadap semangat reforma agraria, dan tegakkan reforma agraria sesuai dengan UU Pokok Agraria tahun 1960
  5. Segera sahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual
  6. Tegakkan HAM di Indonesia
  7. Hentikan tindakan represif dan kriminalisasi terhadap aktivis
  8. Tarik militer dari tanah Papua

Selepas itu, massa aksi minta dibukakan pintu masuk ke dalam gedung DPRD, untuk melaksanakan ibadah Sholat Dzuhur, hal itu dikabulkan. Dan, setelah merasa tuntutannya tersampaikan, massa aksi membubarkan diri dengan tertib. Sebagian dari mereka diantarkan oleh randis Polres Kuningan menuju kampusnya masing-masing. (Erix)

News Feed