oleh

Agung Dharmajaya: Mengawal Pemilu, Media Harus Mengedukasi dan Meliterasi

CIREBON, (DK). –

Ketua Komisi Hukum Dewan Pers, Agung Dharmajaya, mengingatkan peserta workshop Peliputan Pasca Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019 yang digelar Dewan Pers, di Hotel Aston, jalan Brigjend Dharsono – By Pass, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jumat (18/10/2019), bahwa dalam mengawal sukses Pemilu, media bukan sekedar menyampaikan informasi, tapi harus juga berfungsi mengedukasi dan meliterasi.

“Wartawan harus benar-benar memahami apa itu sebagai pilar keempat demokrasi. Wartawan media mainstream harus menjalankan 11 poin Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan segala peraturan/undang-undang terkait pers, serta memegang prinsip jurnalisme itu harus konfirmasi, verifikasi, dan klarifikasi,” tegasnya.

Agung mengatakan, bahwasannya keberadaan media mainstream jangan hanya menyampaikan infromasi sebatas kepentingan industri bisnis semata, atau sekedar mengejar viral bagi media online. Diutamakan menerapkan fungsi kontrol sosial, edukasi, dan literasi.

“Indeks baca di negara Indonesia sangat kecil. Maka, media mainstream harus bisa memberikan stimulan agar masyarakat meningkat minat bacanya dalam hal positif, bukan bebas urakan seperti dalam media jejaring sosial,” ungkapnya.

Sekarang ini, menurutnya, manusia lebih mudah terpengaruh dengan apa kata sosmed dari gawai yang dipegangnya setiap hari. Untuk itu, ketika masyarakat tengah muak sebab menjamurnya hoax dalam media jejaring sosial yang digencarkan oleh buzzer-buzzer Pemilu kemarin. Hal ini, harus dibaca sebagai peluang bagi media mainstream untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat supaya kembali lebih tertarik membaca media yang sesuai kaidah jurnalistik.

“Namun, media mainstream harus berhati-hati. Terutama untuk media daring, karena ketika postingan dari portal web berita online di-share lagi lewat medsos, maka akan berlaku UU ITE bilamana terjadi suatu permasalahan,” Ketua Komisi Hukum Dewan Pers, Agung Dharmajaya.

Selain itu, Agung juga mengupas tentang bagaimana sistem Pemilu 2019—apa saja nilai positif, hingga tingkat kerumitan dan persoalan apa saja yang timbul dari penyelenggraan Pemilu Serentak kemarin. Kemudian, dirinya memberikan pengetahuan kepada para wartawan, untuk menyikapi ikhwal tersebut sebagai media mainstream. (Erix)

News Feed