oleh

Anggota DPRD Sri Laelasari Soroti GOR Ewangga Kuningan—Kurang Layak Sebagai Fasilitas Olahraga!

KUNINGAN, (DK). –

Anggota DPRD Kabupaten Kuningan, dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Sri Laelasari, menyoroti mengenai kelayakan gedung Gelanggang Olahraga (GOR) Ewangga yang terletak di komplek Stadion Mashud Wisnusaputra Kuningan.

Sri, yang menjabat Sekretaris Komisi III DPRD Kuningan ini, ditemui dialektikakuningan.com di beranda ruang mess atlet, usai dirinya menghadiri kegiatan pelantikan kepala desa yang berlangsung di GOR tersebut, Sabtu (28/12/2019).

“Saya barusan berada di dalam GOR, dengan suasana audiens yang sangat membludak sampai ribuan orang. Saya rasakan, meski atap bangunan indoor-nya tinggi, namun sistem ventilasi udara kurang, hingga terasa pengap dan menggerahkan banget. Seharusnya dilengkapi hexos blower atau apalah. Belum lagi ubinnya tampak sudah mulai tak rapih juga,” ungkapnya.

Selain itu, dirinya merasa risih dengan fasilitas toilet di dalam GOR. Diutarakannya, bahwa saluran airnya tidak mengalir, kaca ruang ganti atlet ada yang pecah. Hal ini, membuat Sri melontarkan imbauan yang ditujukan kepada instansi terkait, atau pihak pengelola GOR, supaya dapat mengerjakan pembangunan yang disertai pemeliharaan secara lebih baik lagi.

Para pengunjung laki-laki di GOR Ewangga Kuningan, tampak sedang antri masuk ruang toilet khusus perempuan, pada saat berlangsungnya acara pelantikan kepala desa, Sabtu (28/12/2019).

“Saya tadi ke toilet, yang ruangan WC pria dikunci, entah apa sebabnya? Dengan jumlah tamu yang begitu banyak, hingga harus berjejer antri masuk WC ruangan perempuan begitu pun laki-laki—jelas risih banget! Lantas apakah seperti ini juga yang disebut pengarusutamaan gender, setaranya kaum laki-laki dengan kaum perempuan bukan dengan disatukan ruangan dalam toilet!” tandasnya.

Sri tidak menanggapi panitia pelaksana acara, lebih kepada stakeholder pengelola GOR Ewangga saja. Pasalnya, bila GOR ini dibangun dengan kapasitas yang menampung banyak orang. Seharusnya, fasilitas penunjang lainnya selain sarana olahraga, seperti toilet sampai tempat sampah harus baik.

“Bayangkan, jikalau tamu ada seribu orang, ada dua puluh orang saja mau ke toilet, tapi ruangan toiletnya tak luas, apa tamu harus pakai pampers (pembalut air seni.red), biar tak perlu WC atau menahan buang air. Alangkah malunya, karena acap kali, kerap pejabat provinsi juga pusat (nasional) menghadiri acara di GOR Ewangga ini,” timpalnya.


Suasana dalam ruang toilet khusus perempuan di GOR Ewangga Kuningan, tampak para laki-laki pun masuk ruangan tersbeut, pada saat berlangsungnya acara pelantikan kepala desa, Sabtu (28/12/2019).

Di samping itu, Sri juga menyempatkan diri untuk berinteraksi, membangun komunikasi dengan para atlet yang berada di mess GOR Ewangga, guna menampung aspirasi. Didengarkannya dari beberapa atlet yang mengeluhkan ihwal tempat pembuangan sampah yang berada dekat ruang kamar mess, sehingga membuat lingkungan hidup kurang sehat dan tak sedap dipandang.

“Tadi, kata atlet kalau hujan air dari depan GOR mengalir deras ke arah mess karena memang lokasinya berada di bawah, sampai banjir dan membuat genangan sekitar halaman mess. Di mana, terdapat bak sampah, hingga sampahnya pun ikut mengambang pada genangan air itu. Ini bagaimana, atlet itu aset kita semua, mereka selain dilatih keras untuk dipersiapkan tanding pada setiap kejuaraan membela nama Kuningan, tentu harus dijaga pula dong kesehatannya!” tegas Sri. (Erix)

News Feed