oleh

Berenang Minim Risiko Penularan Covid-19, Asal Patuhi Protokol Kesehatan

KUNINGAN, (DK). –

Berenang, selain berolahraga bisa pula menjadi alternatif untuk berekreasi melepas penat. Akan tetapi, di masa pandemi Coronavirus Disease 19 (Covid-19) sekarang ini, apakah aman?

“Secara penularan di air kolam renang tidak ada. Karena, biasanya telah mengandung kaporit sebagai disinfektan. Hanya social distancing dan protap covid-19 dilaksanakan,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, dr. H. Susi Lusiyanti, Selasa (30/6/2020).

Hal senada dikemukakan, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kabupaten Kuningan, dr. H. Asep Hermana, Sp.B., FINACS., MM. “Kolam renang harusnya sudah ada kaporitnya, yang mana dalam kaporit tersebut mengandung klorin sebagai disinfektan. Jadi aman. Yang penting, sebelum dan sesudah berenang, harus tetap memakai masker, dan kaitan social distancing lainnya,” ujarnya.

Dengan begitu, bisa disimpulkan, kolam renang yang diklorinisasi secara benar, maka aman meski berenang di kala pandemi Covid-19. Karena diketahui, klorin merupakan zat kimia yang bisa membunuh virus.

Patut diwaspadai, bilamana ada orang yang terpapar virus corona dalam dirinya, namun belum mengetahui (Orang Tanpa Gejala.red), misalkan mencemari permukaan benda-benda padat di area kolam renang, seperti gagang pintu, kamar bilas/ruang ganti—lantas terjadi kontak/sentuhan secara tidak langsung hingga menimbulkan risiko.

Zamzam Pool

Pantauan dialektikakuningan.com di salah satu objek wisata kolam renang yang sedang digandrungi oleh masyarakat Kabupaten Kuningan dan sekitarnya, yakni Zamzam Pool, di jalan raya Kuningan – Cirebon, Desa Manislor, Kecamatan Jalaksana. Sejak Pemerintah Kabupaten Kuningan membolehkan sektor pariwisata untuk kembali membuka operasionalnya, 21 Juni 2020 pekan kemarin, kolam renang ini memang menjadi buruan masyarakat yang telah jenuh berbulan-bulan diam di rumah saja.

Walaupun jumlah pengunjung belum sebanyak seperti biasanya. Pengelola Zamzam Pool begitu ketat dalam penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Mulai dari menyediakan banyak kran untuk pengunjung mencuci tangannya sebelum membeli tiket masuk. Sebelum masuk area kolam, pengunjung pun oleh penjaganya dicek suhu tubuh dan disemprot disinfektan.

Di dalam area kolam, beberapa pool attendant senantiasa siap menjaga kebersihan kolam, sembari mengawasi dan memperingatkan bilamana ada kerumunan ataupun pengunjung yang tidak mengindahkan protokol kesehatan.

“Saya sangat senang ketika Pemda membuka kembali sektor pariwisata. Apalagi, sudah hampir empat bulan ini kami puasa harus menutup kolam ini—terutama kasihan para karyawan yang harus dirumahkan. Terlebih, setadinya saya berharap momen libur hari raya Lebaran akan meraup untung besar, karena baru saja saya memperluas area bangunan kolam. Sayangnya belum bisa, padahal sudah keluar modal banyak untuk penambahan wahana rekreasi,” tutur Jonatun Umbara, sang pemilik Zamzam Pool.

Owner Zamzam Pool, Jonatun Umbara.

Adapun, tambahan fasilitas di Zamzam Pool adalah pembangunan kolam khusus perempuan. Maka, kapasitas pengunjung yang semula menampung sekitar 3.000 orang, kini menjadi 4.000—di masa pandemi Covid-19 ini, hanya tampak paling 400 sampai 500 orang pengunjung saja.

“Itu mungkin sebab masyarakat masih takut dengan virus corona, entah terjadi kelesuan perekonomian masyarakat. Karena, imbauan pemerintah dalam pembatasan jumlah pengunjung adalah 50 % dari kapasitas. Kenyataan belum bisa mencapai target, hingga saya pun terpaksa belum bisa mempekerjakan seluruh karyawan sebagaimana biasanya. Jangankan buat membayar full gaji karyawan, buat bayar angsuran kredit ke bank masih kewalahan setelah dihajar 3 bulan harus tutup total tidak ada pemasukan,” keluh Umbara.

Soal air kolam renang Zamzam Pool, meskipun berasal dari sumber mata air langsung yang berada di area objek wisata, dan mengalir tanpa henti krannya. Pencampuran kaporit senantiasa dilakukan oleh pihak manajemennya, demi menjaga kesehatan pengunjung. (Erix)

News Feed