oleh

Dua Wartawan Kuningan Perangi Covid-19 di Wilayah Zona Merah

KUNINGAN, (DK). –

Dua wartawan, Erix Exvrayanto dialektikakuningan.com dan Mujahidin a.k.a Pecoy timesindonesia.co.id terpangil untuk berupaya mematikan sebaran mata rantai Coronavirus Disease (Covid-19) di wilayah yang dinyatakan Zona Merah Covid-19 oleh Pemerintah Kabupaten Kuningan.

“Dalam masa pandemi sekarang ini, solidaritas gerakan kemanusiaan harus ditingkatkan, seperti halnya kegiatan filantropi. Setelah pekan kemarin di Desa Cikaso, Kecamatan Kramatmulya, diberlakukan karantina wilayah desa (lockdown) sebab lonjakan kasus positif Covid-19. Saya ingin berpartipasi dalam pemutusan mata rantai virusnya,” ungkap Erix, Selasa (19/5/2020).

Sebagai pewarta, mengetahui data bahwa di Desa Cikaso terdapat 11 Pasien Rapid Test Covid-19 Positif—dua pasien diantaranya Positif Swab. Dan, mendengar adanya keluhan dari warganya yang terkena imbas pengucilan oleh masyarakat luar desanya, bahkan ada yang sampai dirumahkan dari tempat bekerjanya.

“Saya terenyuh, dan ingin masalah ini agar jangan sampai melebar. Berharap, semoga pasien Covid-19 warga Cikaso harus segera sembuh, serta masyarakatnya jangan sampai ada yang tertular tambah banyak. Maka, mencoba mencegahnya dengan membagikan masker dan hand sanitizer sesuai kemampuan—tidak bisa banyak, cuma 50 piece masker scuba dan 50 piece hand sanitizer ukuran 50ml. Harapannya, semoga bisa mengetuk para dermawan supaya dapat membantu penyelesaian permasalahan virus corona secara lebih,” tuturnya.

Adapun lokasi pembagiannya, di Pasar Krucuk Kramatmulya dan di pertigaan jalan masuk Desa Cikaso. Alasannya, dikemukakan Erix, karena di pasar tradisional tersebut masih tampak sejumlah pedagang yang masih belum mengenakan masker. Apalagi, menjelang Hari Raya Lebaran situasi pasar mulai ramai dikunjungi oleh pembeli, maka kebersihan pun harus dijaga dengan pemakaian hand sanitizer. Meskipun, adanya PSBB dengan aturan jam pasar hanya diperbolehkan buka sampai pukul 12.00 WIB.

“Kalau di pertigaan, saya melihat sejumlah orang yang mengatur lalu lintas membantu Pak Polisi di Pos sana, belum memakai masker. Termasuk, para ojek, pedagang kaki lima dan petugas parkir kios pinggir jalan di sekitar sana pun jadi sasaran pembagian masker dan hand sanitizer,” beber Erix.

Sementara itu, pewarta lainnya Mujahidin mengutarakan, kegiatan kemanusiaan dengan saling tolong-menolong dan membantu dalam situasi tanggap darurat bencana, adalah sesuatu yang diharuskan. Guna, terciptanya keseimbangan di lingkungan hidup manusia.

“Alhamdulillah, dapat rejeki THR, setelah berzakat fitrah ada lebihnya, walau sedikit yang penting niat kita baik,” ucapnya.

Dikatakannya, ia juga memberikan edukasi kepada masyarakat di lokasi pembagian masker dan hand sanitizer. Dengan memberitahukan, bahwasannya Covid-19 bukanlah merupakan penyakit aib seperti HIV, Aids, atau penyakit kelamin lainnya. Maka, dianjurkannya masyarakat jangan sampai mengucilkan Pasien Covid-19 ataupun keluarganya cuma lantaran takut tertular.

“Terpenting kita harus sadar akan protokol kesehatan yang ditetapkan untuk melindungi diri. Seperti, disiplin memakai masker, rajin mencuci tangan, tidak berkerumun, mengurangi aktivitas di luar rumah sebelum situasi normal kembali. Karena, kesadaran dan kedisiplinan itu menjadi semangat perlawanan kita, bukan berarti diam di rumah saja sama berarti menyerah. Tapi, pemerintah pun harus benar memperhatikan jaringan pengaman sosialnya, biar masyarakat nurut diatur dan enggak stress,” tandas Mujahidin Pecoy. (Iwan)

News Feed