oleh

Festival Edelweiss Meriahkan Dirgahayu ke-15 Balai TNGC

MAJALENGKA, (DK). –

Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) merayakan hari jadi ke-15 di Bumi Perkemahan Cidewata, Desa Payung, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka, Sabtu-Minggu (19-20/10/2019).

Perayaan ulang tahun Balai TNGC tersebut dikemas dalam sebuah acara bertajuk “Festival Edelweiss”. Dengan didukung pula oleh Pemerintah Kabupaten Majalengka, melalui Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud).

Ratusan peserta yang antusias datang dari berbagai daerah, khususnya para pecinta alam. Serta, tak ketinggalan para pewarta dari Kabupaten Kuningan pun tak mau kalah, ambil bagian.

Meski, medan jalan menuju ke tempat dilangsungkan acara begitu terjal dan sempit—tidak bisa dilalui kendaraan roda empat dari dua arah, tapi hal itu tak sedikit pun menyurutkan keinginan untuk turut serta memeriahkan gelaran “Festival Edelweiss” ini.

“Saya anggota komunitas Ciremai Lovers, datang ke sini mengendarai sepeda motor. Walau jarak jauh, tapi karena saya sangat suka sekali alam Gunung Ciremai saya tempuh,” ungkap Prayoga, warga Lamongan, Jawa Timur, yang bekerja di Kabupaten Subang.

Sempitnya akses jalan pun melenyapkan kekesalan, kala sorot mata tertarik oleh pemandangan terasering sawah yang begitu menghijau indah. Bahkan, saat melintasi tanjakkan atau turunan curam, pun rasa takut sama sekali tak hinggap menyelinap dalam benak.

Juga, banyak jalan bercabang. Beruntung, warga sekitar dari mulai desa-desa sebelum objek Buper Cidewata, begitu baik mau menunjukkan jalan bagi para pengunjung. Keramahan panitia penyelenggara dalam menyambut kedatangan para peserta, menunjukkan bahwa keakraban alam itu benar-benar mampu mempersatukan setiap insan. Di sana, semua dapat bertegur sapa, bersenda gurau tanpa batasan hierarki lagi.


Wakil Bupati Majalengka, Tarsono D Mardiana.

Wakil Bupati Majalengka, Tarsono D. Mardiana, yang hadir membuka acara ini, mengutarakan kalau pemerintah kabupaten ingin menunjukkan bahwa Majalengka adalah kota yang eksotis dan kental akan adat tradisi budaya Sunda.

“Majalengka Raharja, #eksotik #Sundaland,” ungkapnya.

Dirinya memohon dukungan semua pihak, dengan digelarnya Festival Edelweiss menjadi tonggak awal agar taman tersebut terpelihara baik dan semakin tumbuh subur, tidak punah ekosistemnya. Dituturkannya, Pemkab berterima kasih kepada kelompok MPGC sebagai yang memprakarsai pelestarian tumbuhan edelweiss di Majalengka.

“Kekuatan simbol keindahan tidak bisa tumbuh dengan sendirinya, jangan sembarangan tebang pohon, terutama edelweiss. Edelweiss adalah simbol keindahan kasih sayang,” ujar Tarsono, dengan diamini Kepala Disparbud Kabupaten Majalengka, Gatot Sulaeman.

Di panggung hiburan, sederet artis dan seniman ethnik menampilkan pentas hiburan yang membuat suasana festival ini semakin meriah. Stan-stan pameran hasil kerajinan tangan-tangan kreatif masyarakat Majalengka, serta dari Seksi Pengelolaan Taman Nasional (STPN), menyuguhkan banyak pernak-pernik olahan hasil bumi yang bisa diproduksi, baik menjadi makanan ataupun souvenir menarik.

Selain itu, peserta diberikan tambahan wawasan pengetahuan tentang pelestarian alam dan lingkungan dengan saresehan. Juga, dibekali ilmu keterampilan dengan giat workshop.

Sampai larut malam, di hari pertama “Festival Edelweiss”, semua yang berada di Buper Cidewata, seolah dibuat semakin betah. Ditambah, hawa sejuk dan pemandangan alam di bawah sinar rembulan, begitu indah. (Erix)

News Feed