oleh

Harap Hujan yang Berkah, Pemkab Kuningan Gelar Sholat Istisqo

KUNINGAN (DK). –

Pemerintah Kabupaten Kuningan, terdiri dari Kepala Daerah, Forkopimda, Kepala SKPD, dan jajaran ASN lingkup pemerintah daerah lainnya, berikut serta ratusan jamaah unsur masyarakat, melaksanakan Sholat Istisqo, memohon hujan dengan penuh ketulus ikhlasan kepada Allah SWT, di halaman gedung Sekretariat Daerah setempat, Selasa (8/10/2018).

“Kemarau berkepanjangan hingga memasuki bulan kesepuluh tahun ini. Akibatnya, kami mendengar keluhan dari beberapa wilayah yang terancam kekeringan dan krisis air bersih. Oleh karena itu, umat Islam disunnahkan melakukan Sholat Istisqo, atau ibadah Sholat guna meminta diturunkan hujan yang penuh manfaat kehadirat Allah SWT,” ungkap Bupati Kuningan, H. Acep Purnama, SH., MH., dalam sambutannya.

Dituturkannya, sudah sebagaimana mestinya manusia adalah berdoa dan berikhtiar semaksimal mungkin kehadirat illahi robbi. Tinggal berharap doa kita segera dikabulkan Allah SWT. Juga, sejalan dengan visi Agamis Kabupaten Kuningan.

Menurut Bupati, kebutuhan air begitu besar untuk kehidupan sehari-hari, dan berguna pula untuk memenuhi perairan ladang, pesawahan, dan kolam. Bukan hanya umat manusia yang membutuhkan air, namun hewan dan tumbuhan juga.

Selaku Kepala Daerah, Acep mengimbau pelaksanaan Sholat Istisqo dilakukan juga di tempat lain, terutama di wilayah-wilayah kecamatan terdampak bencana. Sejauh ini, untuk mengantisipasi kekurangan air di masyarakat, Pemerintah Kabupaten Kuningan terus berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat tersebut dengan memberikan bantuan air menggunakan armada tangki.

“Menggelar Sholat Istisqo hukumnya Sunnah Muakad, tapi jikalau sudah sangat berdampak yang dirasakan. Siapapun pemimpin, di wilayah manapun menjadi wajib mengajak warganya meminta hujan kepada Allah SWT Yang Maha Kuasa,” kata Acep Purnama.

KH. Mutamad, dari Ponpes Husnul Khotimah, selaku Imam dalam pelaksanaan Sholat Istisqo ini, menerangkan, Salat Istisqa ini dilaksanakan di tanah lapang, sebanyak dua rakaat. Kemudian, setelah itu diikuti oleh khutbah dua kali yang disampaikan oleh khatib.

Khutbah Salat Istisqa sendiri memiliki ketentuan tersendiri. Diantaranya, pada khutbah pertama hendaknya membaca istighfar 9 kali, sedangkan pada khutbah kedua membaca istighfar 7 kali.

Ia meganjurkan, untuk khutbah, harus berisi anjuran untuk ber-istighfar atau memohon ampunan, dan merendahkan diri kepada Allah SWT. Serta, berkeyakinan bahwa permintaan akan dikabulkan oleh-Nya. Pada khutbah kedua, khatib berpaling ke arah kiblat dan berdoa secara bersama-sama—saat berdoa hendaknya mengangkat tangan tinggi-tinggi.

Sementara, KH. Endang Samsudin Fallah, selaku khatib dalam Khutbah Istisqo, mengajak seluruh masyarakat untuk bertaubat dan beristighfar, supaya doa yang dipanjatkan memohon turunnya hujan, cepat dikabulkan Allah SWT.

“Kenapa masa kemarau sekarang berkepanjangan, melebihi bulan dalam perhitungan musim. Ada apa sesungguhnya, hingga menyebabkan terhalangnya hujan. Adakah hubungannya dengan perilaku kita?” timpalnya.

Kemudian Endang mengajak jamaah untuk mengaji firman Allah SWT, dalam Qur’an Surat Al Baqoroh ayat 20 dan 21. Yang mana, dalam ayat 20, Allah SWT memerintahkan sekalian umat manusia untuk beribadah hanya kepada Allah SWT, Tuhan yang telah menciptakan seluruh manusia dan makhluk-makhluk lainnya.

Dan, dalam ayat 21, Allah SWT menjelaskan, bahwa Tuhan yang disembah itu adalah Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi, serta menciptakan air, juga yang diturunkan-Nya dari langit.

“Kita harus interospeksi diri juga, barangkali terdapat kesalahan dalam diri. Selain itu, kita harus banyak bersedekah, agar Allah SWT memudahkan turunnya hujan. Dan, ingat! Jangan sekali-kali meminta hujan selain kepada-Nya,” ujarnya. (Erix)

News Feed