oleh

Kekuatan Solid, Pemkab Kuningan Serius Mempersiapkan Antisipasi Karhutla

KUNINGAN, (DK). –

Seluruh komponen ataupun pihak terkait penanggulangan bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), mulai dari unsur SKPD (BPBD, Satpol PP, UPTD Damkar, Dinsos, Tagana, Dinkes), Forkopimda (Polres, Kodim, Kejari, Pengadilan Negeri, DPRD), Balai TNGC, Perum Perhutani, serta kelompok masyarakat pecinta alam (Senkom dan AKAR), kesemuanya tampak menyatukan kekuatan dalam Apel Gelar Pasukan Kebakaran Hutan dan Lahan, di Lapangan Pandapa Paramarta Kuningan, Senin (13/7/2020).

Giat ini dilaksanakan sebagai langkah preventif dalam antisipasi karhutla yang kerap terjadi kala memasuki musim kemarau panjang di Kabupaten Kuningan. Baik itu lahan gambut, sampai kebakaran hutan Gunung Ciremai yang acap menjadi peristiwa memilukan setiap tahunnya.

Apel gelar pasukan dipimpin langsung oleh Bupati Kuningan H. Acep Purnama, SH., MH., Kapolres Kuningan AKBP Lukman Syafri Dandim Malik, S.I.K., Dandim 0615/Kuningan Letkol Czi Karter Joy Lumi, S.IP. Bertindak menjadi Perwira Apel, Kabag Ops Polres Kuningan Kompol Tri Sumarsono, SH., M.Si., Komandan Apel, Kasat Binmas Polres Kuningan AKP Marsoni.

“Setiap wilayah atau daerah pasti memiliki bencana, yang disebabkan oleh berbagai macam faktor. Mau itu faktor alam maupun faktor non alam. Seperti faktor non alam diantaranya saat ini kita masih dalam penanggulangan Covid-19 yang melanda diseluruh dunia, dan juga faktor yang disebabkan oleh ulah manusia diantaranya kebakaran hutan dan lahan,” ungkap Bupati Kuningan dalam amanatnya.

Dipaparkannya, analisis dari badan meteorologi klimatologi dan Geofisika atau BMKG di awal bulan Juli 2020 menunjukan bahwa 51,2 % wilayah Indonesia telah mengalami musim kemarau. Sedangkan, sisanya masih mengalami musim hujan.

Wilayah-wilayah yang memasuki musim kemarau salah satunya adalah Provinsi Jawa Barat bagian utara. Musim kemarau akan dimulai pada pertengahan bulan Juli 2020 ini ditandai berkurangnya hari hujan, dan rendahnya jumlah curah hujan yang terukur dipermukaan.

“Menurut prediksi kemarau tahun ini tidak akan se-ekstrim tahun kemarin. Tetapi, kita perlu melakukan mitigasi akan potensi bencananya, seperti kekeringan, kebakaran lahan dan kebutuhan akan air bersih,” tutur Acep.

Begitu juga, sambung Bupati, Kabupaten Kuningan bukanlah daerah yang bebas dari kebakaran hutan dan lahan menurut data yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuningan. Yang menyebutkan, bahwa kebakaran hutan dan lahan yang pernah terjadi ditahun 2017 yang lalu telah membakar hutan dan lahan seluas 105,43 hektar, kemudian ditahun 2018 membakar hutan dan lahan seluas 1.214,78 hektar, terakhir di tahun 2019 kebakaran hutan dan lahan seluas 373 hektar.

“Kebakaran hutan dan lahan yang disebabkan oleh manusia ini sebenarnya dapat diantisipasi. Sebab, peristiwa ini sudah sering terjadi, terlebih saat musim kemarau panjang yang biasanya dipicu oleh aktifitas penduduk yang membakar lahan pekarangan maupun perkebunan untuk berbagai keperluan. Untuk itu, harus dilakukan upaya-upaya penanggulangan mulai dari prabencana. Sebab, prabencana ini lebih penting dilakukan apabila kita percaya bahwa mencegah lebih baik dari pada menanggulangi,” tandas Acep Purnama.

Pelaksanaan dalam apel gelar pasukan ini dalam rangka menyamakan langkah dan persepsi serta menyatukan tekat untuk saling bahu membahu dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan yang sering terjadi di Kabupaten Kuningan.

Kapolres Kuningan dalam amanatnya menyampaikan, Apel Gelar Pasukan Penaggulangan Kebakaran Hutan Dan lahan Tahun 2020 di Wilayah Kab Kuningan ini merupakan bentuk menyiap siagakan seluruh pihak dalam menanggulangi bencana, khususnya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

“TNI-Polri dan Instansi terkait serius mencegah terjadinya Karhutla dengan melakukan kegiatan-kegiatan Preventif, dan Polres Kuningan akan bertindak tegas terhadap pelaku pembakaran Hutan dan Lahan,” kata Lukman.

Menurutnya, kejadian karhutla merupakan peristiwa yang dapat mengganggu aktivitas kehidupan masyarakat juga dapat mengakibatkan gangguan kesehatan, korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan efek psikologis.

Kapolres Kuningan menerangkan dalam menangani bencana khususnya Kebakaran Hutan dan Lahan dibutuhkan kerjasama baik antara petugas dan masyarakat “TNI-POLRI dan Instansi terkait serta masyarakat bersinergi dalam mencegah dan menanganinya”.

“Dengan Apel ini diharapkan dapat memberikan semangat yang sama sehingga bisa memaksimalkan dan menjalankan fungsi peran masing-masing guna menunjang tugas dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Lukman Syafri Dandim Malik.

Kemudian, Dandim 0615/Kuningan menambahkan, giat apel ini merupakan langkah awal dalam suatu tahap pencegahan bencana, yakni mitigasi bencana. Mitigasi bencana adalah bagaimana semua pihak terkait mempersiapkan perlengkapan peralatan.

Dan, bagaimana mempersiapkan personel, dalam hal ini adalah bagaimana kualitas personel, bagaimana kuantitas personel, serta bagaimana menyiapkan siagakan masyarakat dalam rangka membantu pelaksanaan kegiatan untuk penanggulangan bencana Karhutla.

“Segenap jajaran Anggota Kodim 0615/Kuningan siap bersedia membantu, mendukung, institusi pemerintah yang ada apapun itu, termasuk didalamnya adalah bencana. Komitmen ini harus kita bangun bersama dan harus laksanakan kordinasi dengan baik demi tujuan mulia kita untuk masyarakat negara dan bangsa,” tukas Karter Joy Lumi. (Erix)

News Feed