oleh

Kiai Muda Rijaul Ansor Kuningan Bahas Cara Tuntaskan Pandemi Covid-19

KUNINGAN, (DK). –

Tak mau pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) jadi berkepanjangan, menginisiasi puluhan Kiai muda Rijalul Ansor Kabupaten, untuk melakukan pembahasan serius guna menemukan cara terbaik agar segera melenyapkan virus corona yang sungguh menyiksa masyarakat.

Kegiatan ini berlangsung di sekretariat Rijaul Ansor setempat, Selasa (19/5/2020) malam, dengan dipandu oleh KH. Didin Misbahuddin.

“Saya optimis Corona ini akan segera lenyap. Asal kita serius dan bersungguh-sungguh dalam berdoa, disertai shodaqoh,” kata Kiai Didin Misbahuddin.

Dalam pembahasannya, dilakukan kajian mendalam tentang doa-doa mustajabah untuk segera menuntasan pandemi Covid-19. Kemudian membahas penanganan dampak sosial ekonomi.

Banyak pendapat bermunculan dalam kegiaatan itu. Beberapa Kiai menawarkan doa yang menurut mereka istijabah. Tapi, KH. Acep Muhammad Yahya, selaku Ketua Forum Santri Kabupaten Kuningan, lantas ia meminta agar doa yang disebarkan kepada masyarakat sederhana saja. Yakni, tidak panjang dan gampang diamalkan.

“Orang sekarang ini enggak bisa diajak dzikir berlama-lama,” ujar Kiai Acep Moh. Yahya, yang merupakan Ketua Rijalul Ansor Kabupaten Kuningan.

Acep menuliskan doa-doa dari Ulama yang sudah terkenal dan disetujui dengan doa yang dikonsep. Disodorkannya doa yang harus diamalkan, dengan mengutip beberapa dalil al-Quran. Antara lain, Qur’an Surat Al-Ghafir ayat 60. “Ud’uni astajib lakum…”, artinya “mintalah kamu kepada-Ku, maka Aku akan kabulkan permintaanmu…”.

Juga, Surat Al-Baqarah ayat 186: “Ujibu da’watad dai idza da’aani fal yastajiibuuni walyu’minuubi laallahum yarsyuduun”. Artinya, “Aku akan kabulkan permintaan orang yang berdoa kepada-Ku, asalkan mereka memenuhi kewajibannya kepada-Ku, agar mereka pandai dan rasional (permintaanya dipenuhi, tetapi kewajibannya juga dilakukan).

Adapun doa-doa yang dikabulkan oleh Allah SWT adalah doa yang direalisasikan dengan Shalat Hajat dan Puasa. Kiai Acep mengutip Surat al-Baqarah ayat 45: “wasta’inuu bisshabri wasshalati…”. Yang sebagaimana menurut tafsir, bisshabri itu adalah bisshaumi (puasa). Sedangkan, wasshalati adalah Shalat Hajat.

“Shalat Hajat yang memiliki referensi kuat terdapat dalam Kitab Ihya’ Ulumiddin,” kata Kiai Acep.

Shalat Hajat itu terdiri dari 12 rakaat dan enam salam. Jadi, dijelaskan Acep, tiap dua rakaat salam sampai dengan salam yang keenam. Dan, bahwa Shalat Hajat ini ma’tsur, pernah dilakukan pada zaman sahabat Rasulullah SAW.

Setelah salam keenam (diluar Shalat) langsung sujud dan membaca tashbih: “Subhanallah walhamdulillah walailahaillahu Allahu Akbar”, sebanyak 11 kali. Lalu membaca Shalawat: “Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad waala alihi washahbi wasallam”, juga 11 kali.

“Nah, setelah membaca tashbih dan Shalawat itu kita menyampaikan permintaan kepada Allah SWT dalam posisi sujud. Yaitu, minta agar Covid-19 dan semua wabah penyakit segera dilenyapkan dari bumi Indonesia juga negara-negara lain,” terangnya.

Disampaikannya doa yang dianjurkan/diamalkan untuk melenyapkan virus corona. Menurut Kiai Acep, selain Shalat Hajat, doa yang istijabah adalah yang menggunakan ismullahil a’dham (nama Allah yang paling Agung).

“Kita tidak tahu pasti apa ismullahil a’dzam, tapi Nabi Muhammad SAW memberi penjelasan terhadap orang yang membaca, “Ya Allah ya Wahid ya Ahad ya fardu Shomad ya man lam yalid walam yulad walam yakun lahu kufuwan ahad”,” ucapnya.

Namun, menurut Acep, ada hadits lain menyebutkan bahwa ishmullahil a’dham itu seperti doa Nabi Yunus AS, yaitu La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minaddhalimin. Selain ismul a’dham, doa yang mudah dikabulkan adalah doa pada malam Jum’at.

Ia menyitir hadits Khomsu layalin yustajabu fihad du’a: “lailatu I’dil fithri wa lailatu I’di adha wallailatul ula min rajaba wallailatul khomisah ‘asyara min sya’bana walailatul jumuati”. Bahwa, ada lima malam yang mustajabah untuk doa. Yaitu, malam Hari Raya Idul Fitri, malam Idul Adha, malam pertama bulan Rajab, malam lima belas Sya’ban dan malam Jum’at.

Selain itu, doa mustajabah adalah doa yang diapit oleh dua Shalawat dan dua Hamdallah. Menurut Kiai Acep, para Ulama berkata bahwa doa yang diapit oleh dua Hamdallah dan dua Shalawat niscaya dikabulkan oleh Allah SWT.

“Ma’khodnya dari hadist-hadits Nabi Muhammad SAW,” jelasnya.

Para Kiai yang menggelar pertemuan sejak pukul 19.00 WIB hingga pukul 22.30 WIB itu, kemudian mengajak para orang kaya, konglomerat, dan semua orang yang mampu secara ekonomi untuk bersedekah meringankan warga yang terdampak secara sosial ekonomi.

Menurut Kiai Acep, banyak sekali ayat-ayat dalam Al-Qur’an dan Hadits yang secara tegas dan keras menyerukan agar para orang kaya mengeluarkan sedekah, terutama dalam situasi krisis seperti sekarang. Diantaranya, “man qatala nafsan bighairi nafsin aw fasadin fil ardli fakannama qatalan nasa jamian waman ahyaha fakaannama ahyan nasa jamia”.

Artinya, “barangsipa yang membiarkan seorang mati bukan karena berbuat dosa dan kerusuhan, maka sama halnya dengan membunuh semua umat manusia dan barangsiapa menghidupinya, maka sama dengan menghidupi semua umat manusia”.

Kiai Acep juga menjelaskan, bahwa sedekah tidak akan membuat harta kita berkurang. Ia menyebut hadits Nabi Muhammad SAW: “Wallahu ma naqasa maalu abdin min shodaqatin”. Artinya, “Demi Allah tidak akan berkurang harta karena dikeluarkan untuk sedekah”.

Sebaliknya, dia berucap, justru akan bertambah. Ia menukil hadits qudsi: “Ya ibna Adam anfiq unfiq alaika”. Artinya, wahai anak manusia belanjakanlah hartamu untuk bersedekah, maka Aku (Allah) memberi belanja kamu.

“Doa-doa yang disusun ini akan disebarkan ke Masjid, Musholla dan Jamaah Yassin, Tahlil, Majelis Taklim, dan sebagainya. Supaya masyarakat dapat mengamalkan doa ini dengan penuh keyakinan. Karena, doa yang diamalkan dengan penuh keyakinan, niscaya oleh Allah SWT keterkabulannya,” tukas Ketua Rijalul Ansor Kabupaten Kuningan, KH. Acep Muhammad Yahya. (Erix)

News Feed