oleh

Luragung Membara! Telat Lapor, Milyaran Rupiah Ludes Dilahap Si Jago Merah

KUNINGAN, (DK). –

Api menjilat-jilat angkasa berkobar-kobar membara langit di Desa Luragung Tonggoh, Kecamatan Luragung, Minggu (6/10/2019) dini hari. Tatkala “si jago merah” melahap habis bangunan panglong kayu, dan bangunan kosong bekas kantor BKPD yang terletak di dekatnya.

Dari keterangan Plt Kepala UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan, Mh. Khadafi Mufti, S.Pd., M.Si., kepada www.dialektikakuningan.com, jikalau saja tidak ada keterlambatan dalam pelaporan kejadian ini kepada pihaknya, mungkin bisa meminimalisir kerugian material.

Dirinya mengungkapkan, menurut keterangan yang dihimpunnya dari beberapa penjaga panglong kayu, Agung (25 tahun), Oha buchori (22), Rahmat (41). Bahwa, sekitar pukul 02.15 WIB, saksi Oha melihat ada nyala api yang tiba-tiba membesar dari ruangan bangunan tengah panglong kayu. Lantas Oha langsung memanggil teman-temannya  untuk meminta pertolongan warga setempat.

Kemudian, pukul 02.50 WIB, peristiwa kebakaran diketahui anggota Polres Kuningan, Bigadir Sigit (35), dan pukul 02.55 WIB bersama warga setempat, Nursinta (31), menginformasikan kejadian ini ke kantor UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan melalui sambungan telepon (0232) 87113.

“Pihak Damkar langsung siap siaga merespon laporan tersebut. Seketika itu juga, kami langsung menggerakan 3 unit randis damkar, dengan 10 anggota Damkar, berangkat menuju TKP. Melaju cepat, dalam waktu tempuh perjalanan 15 menit sampai di sana. Lalu, dibantu warga sekitar, anggota Kepolisian dan TNI,  api baru bisa dipadamkan pagi hari, pukul 06.45 WIB, atau kurang lebihnya 3 jam 30 menit kami semua berjuang keras dengan segala resiko berjibaku memadamkan kobaran api yang sangat besar. Satu catatan, keterlambatan laporan kejadian kebakaran dengan rentang waktu sampai 45 menit, ini sangat kami sesalkan,” tandas Khadafi.

Dari hasil identifikasi pihak berwajib dan Damkar, penyebab kebakaran diduga berasal dari adanya arus pendek listrik atau korsleting listrik. Panglong kayu tersebut adalah milik pasutri Nana Rusna (31) dengan Titin Sutinah (29), yang beralamat di blok Puhun RT.04 / RW.02, desa setempat, dengan luas bangunan 40 meter x 15 meter atau sama dengan 600 meter persegi. Sedangkan, bangunan bekas kantor BKPD yang terkena dampak nyala api merambat, berukuran 38 m x 11m = 418 m₂.

Korban jiwa nihil, akan tetapi taksiran kerugian mencapai Rp. 1.508.000.000,-. Dengan rincian, bangunan panglong kayu seluas 600 m₂ x Rp. 1.000.000/m₂ = Rp. 600.000.000,-. Peralatan panglong kayu berupa mesin potong meja, mesin bobok, dan mesin bubut, kurang lebih senilai Rp. 100.000.000,-. Kayu balok jati kurang lebih sebanyak 200 batang x Rp. 1.000.000/batang = Rp. 200.000.000,-. Kayu balok mahoni kurang lebih sebanyak 100 batang x Rp 100.000/batang = Rp. 10.000.000,-. 1 unit mobil jenis pick up (nopol: E 8124 YZ) tahun kendaraan 2013, senilai Rp. 100.000.000,-. Ditambah, 2 unit motor jenis skuter matic tahun 2015, senilai Rp. 25.000.000,-, serta 2 unit motor bebek yang bernilai Rp. 7.000.000,- dan Rp. 8.000.000,-. Sedangkan, untuk bangunan permanen bekas Kantor BKPD yang ikut terbakar, dengan luas +- 418 m₂ x Rp. 1.000.000/m₂, ditaksir merugi senilai Rp. 418.000.000,-.

“Kerugian tersebut akibat terlambatnya laporan kejadian kebakaran, jarak tempuh dari kantor Damkar menuju TKP sangat jauh, terbatasnya personil Damkar, terbatasnya sumber air karena musim kemarau, dan di TKP kebakaran (panglong kayu) tersebut tidak ditemukan sistem proteksi kebakaran aktif seperti apar, hydrant, tandon/bak penampungan air,” tandas Plt Kepala UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan, Mh. Khadafi Mufti, S.Pd., M.Si. (Erix)

News Feed