oleh

Mang Ewo Sebut DPRD Kuningan “Masuk Angin”

KUNINGAN, (DK). –

Melemahnya wacana pembentukan Panitia Kerja (Panja) yang sempat dilontarkan para petinggi Legislatif, DPRD Kabupaten Kuningan, untuk pengawasan kebijakan penanganan Coronavirus Disease (Covid-19). Menuai kritikan tajam dari seorang Pengamat Kebijakan Publik, Sujarwo. Yang akrab disapa masyarakat Kabupaten Kuningan dengan panggilan Mang Ewo. Dia mengungkapkannya dengan idiom “masuk angin”.

“Ini dikhawatirkan akan semakin mendegradasi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif Kabupaten Kuningan. Sangat mungkin pula, tingkat kepercayaan masyarakat akan mencapai titik terendah dari lembaga yang dipimpin Nuzul Rachdy itu,” ujarnya.

Menurut Mang Ewo, kalaupun ada yang mengasumsikan, bahwa rencana pembentukan Panja kemungkinan “masuk angin”. Seharusnya, Legislatif itu sudah punya “penangkalnya”, karena sudah terlalu sering menderita “masuk angin”.

Tidak berlebihan pula dikatakannya, jika wacana pembentukan Panja yang nyaring di awal, dinilai hanya untuk menaikan posisi tawar Legislatif kepada Eksekutif.

“Yang lebih memprihatinkan, ketika wacana pembentukan Panja didengungkan oleh mereka yang bergelar Yang Terhormat (Wakil Rakyat), “dipatahkan” oleh Ketuanya sendiri (Nuzul Rachdy). Dengan argumen, bahwa pembentukan Panja tidak ada dalam Tatib Dewan. Jadi apa hasil kegiatan Bimtek anggota Legislatif Kuningan yang menghabiskan anggaran ratusan juta Rupiah, jika Tatib yang mengatur dirinya sendiri tak mereka pahami,” tandas Mang Ewo. (Erix)

News Feed