oleh

Masjid Agung Syiarul Islam Kuningan Kembali Gelar Sholat Jum’at

KUNINGAN, (DK). –

Selama dua bulan dalam situasi tanggap darurat pandemi Coronavirus Disease (Covid-19), Masjid Syiarul Islam melaksanakan keputusan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk tidak menggelar kegiatan peribadahan yang mengundang jamaah secara banyak—diantaranya ibadah Sholat Jum’at.

Jumat (22/5/2020), umat Muslim merasa lega, pasalnya Pemerintah Kabupaten Kuningan mengeluarkan kebijakan, bahwasannya kegiatan peribadahan di Masjid diperbolehkan kembali.

“Kemarin, tertanggal 20 Mei 2020, kami mendapat Surat Edaran Bupati Nomor: 003.2/1386/Kesra. Yang garis besarnya, Masjid Syiarul Islam Kuningan dapat menggelar kegiatan peribadahan, dengan syarat mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” ungkap Ketua DKM Syiarul Islam, Drs. H.R. Yayan Sofyan, M.M., menyampaikan kepada dialektikakuningan.com, saat ditemui usai menunaikan Sholat Jum’at.

Pantauan di lapangan, jamaah yang datang memang tak sebanyak seperti biasanya, bisa dimungkinkan masyarakat belum seluruhnya mengetahui. Tampak hanya masyarakat yang rumahnya sekitar lokasi Masjid, bisa juga dikarenakan banyak pegawai kantor ataupun karyawan yang work from home atau bekerja di rumah.

Setiap jamaah yang memasuki Masjid Agung Syiarul Islam Kuningan, mulai dari pintu gerbang langsung diatur agar tidak berdempetan, atau jaga jarak (physical distancing). Kemudian, sebelum masuk ruangan Masjid atau ke tempat wudhu, jamaah antri dengan tetap menjaga jarak harus mencuci tangan terlebih dahulu. Lalu setelahnya diperiksa suhu tubuhnya menggunakan thermal gun.

Untuk alas kaki, setiap jamaah diberikan kantong plastik sebagai pembungkus, lantaran alas kaki diharuskan dibawa oleh masing-masing jamaah, guna menghindari kerumunan di tempat penyimpanan alas kaki.

Di ruangan masjid, jamaah diatur shaf sholatnya secara tidak rapat, berjarak sekira satu meter. Dan, pada pelaksanaan Sholat Jum’at, setelah rukuk rakaat kedua sebelum sujud, Imam memimpin jamaah membaca Qunut Nadzilah.

“Tatkala umat dilanda malapetaka, seperti mengalami paceklik berkepanjangan, adanya wabah penyakit yang berbahaya, dan apabila dalam kondisi peperangan melawan musuh, maka disunahkan membaca Qunut Nazilah setiap sholat,” terang Ketua DKM Syiarul Islam, Yayan Sofyan. (Erix)

News Feed