oleh

Menristekdikti Minta Rektor Cegah Mahasiswa Turun ke Jalan—Mahasiswa Melawan!!!!!

OPINI, (DK). –

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir meminta para rektor memberitahu mahasiswa agar tak kembali turun ke jalan melakukan demonstrasi, dan akan memberi sanksi rektor yang ikut menggerakkan mahasiswa turun ke jalan—Nasir mengatakan bakal mengajak para mahasiswa untuk berdialog terkait tuntutan yang hendak disampaikan.

Dari pemberitaan yang tersiar di sejumlah media massa, Nasir usai bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kompleks Istana Kepresidenan, mengimbau para rektor, agar mahasiswa diberitahu jangan sampai turun ke jalan, nantinya akan ada dialog.

Nasir pun mengaku sudah meminta kepada Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti untuk menyampaikan hal ini kepada rektor-rektor di seluruh Indonesia. Kemudian, Nasir bicara sanksi, bagi yang mengerahkan sanksinya keras. Sanksi keras ada dua, bisa SP1, SP2. Kalau sampai menyebabkan kerugian pada negara dan sebagainya ini bisa tindakan hukum.

Menyikapi hal tersebut, memangnya mahasiswa takut akan hal itu? Itu hanya pembodohan segala cara mereka lakukan agar semua mahasiswa tak bisa aksi dan menyuarakan kebenaran demi masyarakat.

Terkait aksi turun ke jalan menolak pengesahan RUU-RUU kontroversial itu sejumlah kampus di Yogyakarta mengeluarkan surat edaran pencegahan kepada para mahasiswa contohnya UIN Sunan Kalijaga. Rektor mengeluarkan surat edaran kepada mahasiswa H-1 jam sebelum aksi—Anda kira ini goreng tahu dadakan terus bisa langsung kau makan!!!

Bahkan, bukan hanya kampus di mana tempat penulis kuliah, hampir semua rektor mau jatuhkan semua mahasiswa. Coba bayangkan kalau rektor nge-DO, saya pastikan kampus tak akan adalagi penghuninya, mahasiswa akan kompak meninggalkan kampus. Seharusnya, yang di-DO itu bukan mahasiswa yang demo, tapi mahasiswa yang tidak mau ikut demo, karena itu bentuk apatis dan apolitis.

Digedung-gedung sana, yang sok akademis juga DPR yang sok wakil rakyat, mereka mengatakan bahwasannya mahasiswa kerjanya hanya kuliah saja, kerjanya hanya buat skripsi saja, jangan ikut campur rancangan atau kebijakan-kebijakan mereka. Maka, hanya ada satu kata untuk penindasan, LAWAN………!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Hari ini kita beraksi untuk mengingat kebenaran yang kita perjuangkan. Mari kita lawan koruptor! Karena koruptor tidak pernah malu terhadap kita, KPK mau di hancurkan, semuanya akan dipidana. Sampai ayam pun mau dipidana, urusan privasi di kasur pasutri bergoyang diberlakukan pidana. Negeri macam apa ini?!? Maka hari ini kita tegaskan menolak akan hal itu.

Penulis:

Basith AA, warga Desa Geresik, Kec. Ciawigebang

Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

eks Ketum IPMK periode 2016-2017, dan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)

News Feed