oleh

Pasar Baru Kuningan Tutup Gara-gara Corona itu HOAX—Beberapa Pedagang Tutup Karena Jum’at Kliwon

KUNINGAN, (DK). –

Berseliweran kabar burung dari mulut ke mulut ataupun melalui jejaring media sosial yang mengatakan kalau Pasar Baru Kuningan tutup gara-gara wabah Covid-19 (Corona), ternyata hanya informasi bohong.

Hal ini pun mendapat bantahan dari Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian (Dinas Kopdagperin), Ir. Bunbun Budhiyasa. Pihaknya menyangkal kalau aktivitas pasar tradisional terbesar di Kota Kuda akan ditutup, sebagai langkah pencegahan Coronavirus.

“Pihak kami hanya berencana akan melakukan kegiatan kebersihan di Pasar Baru Kuningan, yakni dengan penyemprotan disinfektan sebagai upaya antisipasi mewabahnya virus Corona di sana. Hanya saja, sedang dipikirkan waktu yang tepat, apakah pas jam pasar atau sore/malam kalau sudah tutup. Ihwal beredar kabar pasar akan ditutup selam 3 hari itu tidak benar,” terangnya.

Pantauan dialektikakuningan.com di dalam lapak los Pasar Baru Kuningan, memang ada beberapa pedagang yang libur atau tidak berjualan. Namun, ketika ditanyakan kepada beberapa pedagang di sana, alasannya bukan lantaran isu Coronavirus.

“Ah kalau pasar ditutup gimana kita pedagang mau makan. Kita tetap buka, pembeli pun ada banyak seperti biasanya. Mau disemprot cairan anti Corona ya silahkan, asal jangan mengganggu aktivitas jual-beli. Soal pedagang ada yang tutup ini mah biasa kalau Jum’at Kliwon,” ungkap Uci, pedagang hasil bumi, warga Desa Puncak, Kecamatan Cigugur.

Soal harga, ada keluhan yang dituturkan oleh pembeli. Yaitu, harga gula pasir dan bawang bombay. “Saya beli gula pasir biasanya Rp. 12 ribu atau 13 ribu sekilonya, sekarang sampai ada yang jual Rp. 16 ribu. Bawang Bombay juga sekarang Rp. 130 ribu per kilo gram, mahal banget deh bikin nangis bombay buat rakyat kecil mah. Atau mungkin gara-gara Corona ya, enggak bisa impor dari luar negeri,” tandas Icha. (Erix)

News Feed