oleh

Pedagang Cemas! Pemerintah Umumkan Kenaikan Harga Gas Elpiji 3 Kg

KUNINGAN, (DK). –

Senin (20/1/2020), sejumlah pedagang kecil yang berjualan di dekat gedung DPRD Kabupaten Kuningan, jalan RE Martadinata, Ancaran – Kuningan, mengungkapkan rasa cemasnya. Kala mendengar, Pemerintah mengumumkan berencana mencabut subsidi atau menaikan harga gas elpiji 3 Kilo Gram (Kg) atau yang biasa disebut gas melon.

Dilontarkan para pedagang, jikalau harga gas melon jadi naik, tentu akan menaikan jumlah modal yang harus disediakan untuk operasionalnya berjualan. Belum lagi, bilamana diikuti dengan kenaikan harga sembako dan barang kebutuhan lainnya. Sementara, susah bagi pedagang untuk menaikan harga barang jualannya—paling juga memperkecil ukuran barang dagangannya. Tetapi, hal ini disinyalir para pedagang bisa menurunkan jumlah pelanggan.

Para pedagang mengkhawatirkan, andai saja gas melon dicabut subsidinya, dari harga biasa Rp. 18 ribu, dan sampai di warung tempat mereka membeli gas didapat dengan kisaran harga Rp. 22 – 25 ribu. Apabila nanti, harga yang ditetapkan pemerintah Rp 34 ribu, maka sampai di pengecer harga gas melon mencapai Rp. 40 – 45 ribu.

Jelas selisih harga itulah yang diperdebatkan oleh para pedagang kecil. Lantaran, selisih uang Rp. 20 ribu pun, bagi mereka bisa dipergunakan untuk keperluan kehidupan keluarga. Baik itu untuk makan keluarga, ataupun biaya anak sekolah.

Keinginan para pedagang kecil, agar pengusaha yang dinilai besar atau mampu, seperti restoran mewah atau pabrik-pabrik yang omsetnya keuntungannya jauh di atas rata-rata, diberi penegasan larangan pemakaian gas elpiji 3 Kg. Sekalipun memang caranya harus dengan menyamaratakan harga gas elpiji, pemerintah diharapkan tetap lebih memperhatikan nasib para pedagang kecil (pro-rakyat).

Misalkan, dengan membuat database khusus, mendata siapa saja masyarakat yang berhak menerima subsidi, seperti gas elpiji 3 Kg, dan diberlakukan format khusus bagi kalangan yang berhak untuk tetap bisa membeli gas melon dengan harga lebih murah. Pula, dalam membuat database penerima subsidi harus benar-benar tepat sasaran—jangan sampai keliru! (Erix)

News Feed