oleh

Pemuda Muhammadiyah Kuningan Ringankan Beban Warga Terdampak Covid-19

KUNINGAN, (DK). –

Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Kuningan begitu peduli terhadap rakyat kecil yang semakin terhimpit lantaran pandemi Coronavirus Disease (Covid-19). Perhatiannya ditunjukkan dengan melakukan aksi bakti sosial memberikan bantuan berupa paket sembako kepada guru ngaji, fakir miskin, dan sejumlah kader, sebagai bentuk kontribusi tanggap pandemi.

“Sebagai bentuk kontribusi, selain memberikan edukasi kepada masyarakat terkait protokol kesehatan Covid-19, Pemuda Muhammadiyah pun terus menyebar bantuan paket sembako. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk meringankan beban masyarakat terdampak Covid-19, terutama masyarakat kecil,” ungkap Ketua Pemuda Muhammadiyah Kuningan, Sadam Husen, Minggu (17/5/2020).

Semangat pemuda Muhammadiyah, terang Sadam, sesuai dengan tema milad ke-88 kemarin, yakni meneguhkan solidaritas menebar kebaikan dan mencerahkan semesta. Dikatakannya, bahwa pemuda Muhammadiyah akan terus memberikan yang terbaik untuk umat bangsa dan negara. Dengan apa yang disumbangkan oleh Pemuda Muhammadiyah diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang berdampak langsung.

“Seraya kita semua memohon pertolongan Allah SWT agar wabah corona ini cepat berakhir dan hidup normal kembali,” imbuhnya.

Masyarakat dianjurkan agar bersatu, melawan corona secara berjamaah. Caranya, dengan mengikuti protokol kesehatan, seperti memakai masker, jaga jarak, dan pola hidup yang sehat. Karena, corona harus diperangi bersama-sama, supaya mata rantai penyebarannya tidak semakin meluas.

Sementara itu, Kepala SMK 2 Muhammadiyah Kuningan, Khaerul, yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, mengatakan, Muhammadiyah peduli guru mengaji merupakan kontribusi reaktif anak-anak muda terhadap pandemi Covid-19 yang dampaknya begitu sistemìk terhadap seluruh sendi kehidupan—termasuk didalamnya guru mengaji.

“Mudah-mudahan menjadi amal sholeh dan menjadi pemberat timbangan kebaikan. Terima kasih kepada AMM Kuningan, bukan seberapa besar yang bisa kita berikan, tapi apa yang bisa kita lakukan. Jangan pernah lelah menyinari karena sinar dapat melahirkan cahaya dan cahaya dapat menjadi sumber kehidupan,” ucapnya. (Jahid)

News Feed