oleh

Rizal Ramli Kritik Pemerintah yang Diduga Akan Gunakan Dana Haji Menguatkan Rupiah—“Kehabisan Ide, Payah Deh”

JAKARTA, (DK). –

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama secara resmi membatalkan pemberangkatan Jamaah Haji 1441 H / 2020 M. Hal ini dikarenakan sebaran Coronavirus Disease (Covid-19) yang menjadi pandemi global masih merebak.

Keputusan pembatalan tersebut, memunculkan isu, kalau dana haji 2020 akan dialihkan untuk membantu Bank Indonesia guna menstabilkan mata uang Rupiah.

Dikemukakan Ekonom Senior, yang juga adalah Mantan Menko Maritim Era Jokowi-JK, Rizal Ramli, bahwa dana haji akan dialokasikan untuk memperkuat nilai tukar rupiah, menurutnya, rencana pengalokasian dana haji untuk menstabilkan rupiah dinilai payah. Dan, justru mencerminkan sikap pemerintah yang telah kehabisan ide. Selain itu, ia juga mengklaim keputusan tersebut berisiko.

“Benar-benar sudah kehabisan ide. Dana Haji dipakai untuk penggunaan beresiko support Rupiah. Payah deh,” cuitnya melalui akun twiter @RamliRizal, Selasa (2/6/2020).

Kritik Rizal Ramli yang ditujukan kepada Pemerintah soal keputusan pembatalan haji tahun 2020, di akun Twitter @RamliRizal (2/6/2020).

Dihubungi terpisah, Rabu (3/6/2020), Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Anggito Abimanyu, menyebut per Mei 2020 dana yang dikelola senilai lebih dari Rp 135 triliun. Uang tersebut dalam bentuk Rupiah dan valuta asing yang dikelola secara professional pada instrumen syariah yang aman dan likuid.

Dirinya mengklarifikasi terkait dana haji sebesar US$ 600 juta untuk membantu memperkuat Rupiah.

Pemberitaan yang beredar mengenai dana US$ 600 juta BPKH dapat dipakai untuk memperkuat rupiah diucapkan di acara internal Halal Bihalal Bank Indonesia pada 26 Mei 2020, bukan setelah pemerintah mengumumkan haji ditunda pada 2 Juni 2020.

“Dana tersebut memang tersimpan di rekening BPKH dan jika tidak dipergunakan untuk penyelenggaraan ibadah haji akan dikonversi ke dalam mata uang rupiah dan dikelola oleh BPKH. Dana konversi Rupiah itu sendiri nantinya tetap akan tersedia dalam rekening BPKH yang aman dan dipergunakan dalam menunjang penyelenggaraan ibadah haji,” berdasarkan keterangan resmi BPKH, Rabu, 2 Juni 2020.

“Pernyataan tersebut adalah bagian dari ucapan silaturahmi secara online kepala BP-BPKH kepada Gubernur dan jajaran Deputi Gubernur BI,” jelas Anggito Abimanyu.

Di depan Gubernur dan Deputi Gubernur BI, Kepala BP-BPKH menyampaikan ucapan Selamat Idul Fitri 1441 H, dan memberikan update mengenai Dana Haji. Diantaranya, Dana Kelolaan, Investasi dan Dana Valuta asing serta kerja sama BI dan BPKH mengenai kantor di Bidakara, pengelolaan Valuta Asing dan rencana Cashless Living Cost Haji dan Umroh. (Sumber: Cuplik.com/Almak)

News Feed