oleh

Second Wave Covid-19 Terjadi di Kabupaten Kuningan

KUNINGAN, (DK). –

Swab test yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Kesehatan, kepada 390 spesimen Tahap 1, di 6 Kecamatan, tanggal 18 Juni 2020 lalu. Hasilnya, baru diterima Senin (29/6/2020) malam, dengan 9 orang dinyatakan Positif Covid-19.

Padahal dalam sepekan kemarin, kurva dari tren kasus positif Covid-19 melandai dengan torehan ‘Nol’ kasus positif. Bupati Kuningan, H. Acep Purnama, SH., MH., pun telah mengabarkan kepada awak media, kalau setadinya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akan dicabut mulai 1 Juli 2020. Bahkan, masyarakat akan diperbolehkan kembali menggelar hajatan, ataupun pelaku seni boleh menggelar panggung pertunjukan lagi.

Akan tetapi, dengan kemunculan kasus Positif Covid-19 hasil swab test tersebut, keputusan itu ditunda. Dan, ditetapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM).

“Dengan berat hati, saya harus mengatakan hal ini. Memang sebelumnya kami semua telah bergembira, selama seminggu capaian nol kasus positif Covid-19. Tapi mau bagaimana lagi, hasil swab test mengharuskan seluruh warga Kabupaten Kuningan harus lebih patuh dan disiplin terhadap protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Kami mohon, masyarakat semua sadar dan mengerti untuk mau menahan diri tidak mengadakan acara yang mengundang massa banyak atau berkerumun,” tutur Acep Purnama, dalam konferensi pers yang digelar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kuningan, di ruang Crisis Center, Selasa (30/6/2020).

Bupati, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kuningan, yang dibentuknya sejak tanggal 2 Maret 2020, tidak akan lantas dibubarkan. Akan tetapi, lebih digiatkan untuk menekan laju pertumbuhan kasus positif Covid-19, supaya gelombang kedua (second wave) Coronavirus Disease 19 tidak merajalela seperti gelombang sebelumnya.

“Kami akan menempatkan Satgas di titik-titik pusat keramaian, begitu pun patroli gabungan akan tetap berjalan terus selama pandemi Covid-19 ini belum sepenuhnya tertanggulangi,” tandasnya.

Pemkab Kuningan berencana akan segera membahas terkait persoalan ini dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), khususnya dengan Dinas/Badan/Bagian yang berhubungan dengan kegiatan perekonomian, pariwisata, dan sebagainya. Untuk membahas ketentuan penagturan aktifitas tersebut, memasuki masa PSBM.

Adapun, 9 pasien positif Covid-19 hasil swab test, akan diisolasi sesuai dengan keinginannya—bisa di rumah sakit rujukan, ataupun di rumahnya sendiri. Dan, semua orang terdekat pasien itu, akan dilakukan penelusuran riwayat kontak pasien.

“Pasien Positif Covid-19 yang ingin melakukan isolasi di rumahnya, itu karena kondisi fisiknya tidak lemah. Namun, Tim Medis Penanganan Covid-19 akan memberikan arahan untuk perawatannya,” kata Bupati Kuningan, Acep Purnama. (Erix)

News Feed