oleh

STKIP Muhammadiyah Kuningan Kerja Bareng Kedinasan Asah Kualitas Pendidikan di Tengah Pandemi Covid-19

KUNINGAN, (DK). –

Upaya menjaga kualitas pendidikan masyarakat Kabupaten Kuningan di tengah situasi darurat pandemi Coronavirus Disease (Covid-19), STKIP Muhammadiyah Kuningan sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi membangun sinergitas bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), serta Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kuningan, menggelar virtual meeting (diskusi daring.Red) melalui aplikasi Zoom, 12 Mei 2020.

“Tumbuh kembangnya sebuah lembaga pendidikan tinggi, tentu sangat ditopang atas dasar hubungan kerjasama dengan stakeholder terkait. Maka dari itu, meski dalam situasi pandemi, sebagai bentuk tanggung jawab lembaga pendidikan, harus tetap bisa menjaga kualitas pendidikan masyarakat,” ungkap Ketua STKIP Muhammadiyah Kuningan, Nanan Abdul Manan, M.Pd., menyampaikan kepada dialektikakuningan.com, Rabu (13/5/2020).

Nanan mengemukakan, dalam hal ini, yaitu Disdikbud dan Disporapar, merupakan mitra yang strategis untuk melakukan sinergitas dan kolaborasi. Mengingat STKIP Muhammadiyah Kuningan memiliki dua basis, yaitu pendidikan dan keolahragaan.

Ditegaskannya pula, bahwa STKIP Muhammadiyah Kuningan merupakan satu-satunya perguruan tinggi di Kabupaten Kuningan yang semua program studinya terakreditasi B, “ini modal utama bagi STKIP Muhammadiyah kuningan dalam membangun kemitraan dan public trust bagi pengguna lulusan nanti”.

Menyaksikan rekaman giat virtual meeting tersebut, mengusung tema “Sinergitas Lembaga Pendidikan Tinggi Dalam Bidang Pendidikan dan Olahraga Menuju Kabupaten Maju (Ma’mur, Agamis, Pinunjul)”. Adapun yang muncul sebagai narasumber, Kepala Disdikbud Kabupaten Kuningan, Drs. H. Uca Somantri, M.Si., Kepala Disporapar Kabupaten Kuningan, Dr. H. Toto Toharudin, M.Pd. Kemudian, tampil menjadi moderator yang memandu jalannya diskusi, Ketua Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) STKIP Muhammadiyah Kuningan, Nanang Mulyana, M.Pd.

“Acaranya kemarin dimulai tepat pukul 09.00 WIB, dengan diikuti langsung oleh banyak civitas akademika STKIP Muhammadiyah Kuningan, serta beberapa stakeholder terkait lainnya, yang turut join pada aplikasi Zoom Meeting kegiatan ini,” tutur Nanan.

Dalam diskusi, Kadisporapar Kuningan menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada STKIP Muhammadiyah Kuningan yang sudah membangun sinergitas bersama Disporapar untuk berkolaborasi. Dirinya berharap bahwa STKIP Muhammadiyah Kuningan melalui program studi Olahraga mampu mendorong para siswa di masing-masing sekolah untuk menumbuhkan kecintaannya terhadap olahraga. Dengan harapan, ke depan mampu melahirkan one school one product, atau satu sekolah mampu memproduksi atlit-atlit unggulan.

“Dengan turut serta mendorong para siswa mencintai olahraga, maka pemuda Kabupaten Kuningan akan memiliki jiwa yang sehat dan berkualitas. sehingga, dengan begitu program tersebut akan mendorong konsep indeks pembangunan pemuda di Jawa Barat menjadi meningkat,” kata Toto Toharuddin.

Sesi berikutnya, giliran Kadisdikbud yang juga mengucapkan selamat kepada STKIP Muhamamdiyah Kuningan. Di mana, semua program studinya sudah terakreditasi B, yang bisa memudahkan Disdikbud untuk terus bersinergi. Khususnya, dalam penyediaan Sumber Daya Manusia (SDM) dan tenaga pendukung di lapangan.

“Dunia pendidikan tidak bisa diselenggarakan oleh satu lembaga saja, maka penting dilakukan bahu-membahu antara pemerintah, swasta, dan masyarakat sebagai tanggung jawab bersama dalam meningkatkan pendidikan,” ujarnya.

Pihaknya berharap, dengan terjalin kerjasama diantara Disdikbud dengan STKIP Muhammadiyah Kuningan, akan mampu menciptakan formulasi baru dalam upaya memecahkan permasalahan-permasalahan yang ada di daerah, secara bertahap bisa diselesaikan.

Sejalan yang dicanangkan Disdikbud Kuningan, bahwa setiap sekolah harus menciptakan pusat keunggulan olahraga, sebagai wadah pembinaan olahraga secara berkelanjutan. Baik dari mulai tingkat dasar (SD), sampai dengan tingkat atas (SMA).

“Hal ini baik, agar tiap sekolah mampu melahirkan olahragawan-olahragawan berprestasi, baik di tingkat lokal, nasional, bahkan internasional,” tukas Kadisdikbud Kuningan, Uca Somantri. (Erix)

News Feed